Raising Awareness and Knowledge of Work-Related Stress Prevention among Indonesian Migrant Workers in South Korea
Main Article Content
Abstract
Indonesian migrant workers (IMWs) in South Korea face various challenges during the adaptation process, such as high work demands, language barriers, cultural differences, and separation from family, which can increase the risk of work stress. The aimed to increase IMW's knowledge about the prevention and management of work stress through mental health education. The activity was conducted online via Zoom on April 18, 2026, and involved around 20 migrant workers from the Indonesian Muslim community at the An-Noor Mosque in Daejeon, South Korea. Activities include a pre-test, health education accompanied by discussions and question-and-answer sessions, and post-tests. Educational materials include the definition and causes of work stress, the impact of stress on health, and stress management strategies for migrant workers. Evaluation was conducted using pre- and post-test questionnaires, which were analyzed with a paired-samples t-test. There was an increase in the average knowledge score from 59% to 61%, with pretest mean of 5.92 ± 1,676 and posttest mean of 6.08 ± 1,165. However, the results of statistical analysis showed that the increase was not significant (p=0.787). Participants showed an increased understanding of the factors that cause work stress, the importance of recognizing signs of stress, coping strategies, social support in dealing with work pressure, and the adaptation process overseas. Ongoing mental health education with a more interactive approach is needed to increase the effectiveness of interventions on migrant workers.
Pekerja migran Indonesia (PMI) di Korea Selatan menghadapi berbagai tantangan selama proses adaptasi, seperti tuntutan kerja yang tinggi, hambatan bahasa, perbedaan budaya, serta keterpisahan dari keluarga yang dapat meningkatkan risiko stres kerja. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan PMI tentang pencegahan dan pengelolaan stres kerja melalui edukasi kesehatan mental. Kegiatan dilaksanakan secara daring menggunakan Zoom pada 18 April 2026 dengan melibatkan sekitar 20 PMI yang tergabung dalam komunitas muslim Indonesia di Masjid An-Noor, Daejeon, Korea Selatan. Kegiatan meliputi pre-test, edukasi kesehatan disertai diskusi dan tanya jawab, serta post-test. Materi edukasi meliputi definisi dan penyebab stres kerja, dampak stres terhadap kesehatan, serta strategi pengelolaan stres pada pekerja migran. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner pre-test dan post-test yang dianalisis dengan uji t berpasangan (paired-samples t-test). Adanya peningkatan rerata skor pengetahuan dari 59% menjadi 61%, dengan rerata skor pretest sebesar 5,92 ± 1,676 dan posttest sebesar 6,08 ± 1,165. Namun, hasil analisis statistik menunjukkan bahwa peningkatan tersebut tidak signifikan (p=0,787). Peserta menunjukkan peningkatan pemahaman mengenai faktor penyebab stres kerja, pentingnya mengenali tanda stres, strategi coping, dukungan sosial dalam menghadapi tekanan kerja, dan proses adaptasi di perantauan. Edukasi kesehatan mental secara berkelanjutan dengan pendekatan yang lebih interaktif diperlukan untuk meningkatkan efektivitas intervensi bagi pekerja migran.
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
Penulis yang menerbitkan jurnal ini menyetujui persyaratan berikut:
- Hak cipta atas artikel apa pun dipegang oleh penulisnya.
- Penulis memberikan jurnal, hak publikasi pertama dengan karya yang dilisensikan secara bersamaan di bawah Lisensi Atribusi Creative Commons yang memungkinkan orang lain untuk membagikan karya dengan pengakuan atas kepenulisan dan publikasi awal karya tersebut dalam jurnal ini.
- Penulis dapat membuat pengaturan kontrak tambahan yang terpisah untuk distribusi non-eksklusif dari versi jurnal yang diterbitkan dari karya tersebut (misalnya, mempostingnya ke repositori institusional atau menerbitkannya dalam sebuah buku), dengan pengakuan dari publikasi awalnya di jurnal ini.
- Penulis diizinkan dan didorong untuk memposting karya mereka secara online (misalnya, di repositori institusional atau di situs web mereka) sebelum dan selama proses pengiriman, karena hal itu dapat mengarah pada pertukaran yang produktif, serta kutipan yang lebih awal dan lebih besar dari karya yang diterbitkan.
- Artikel dan materi terkait yang diterbitkan didistribusikan di bawah Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0